Dia datang menyerang
Tanpa izin tanpa salam
Hadirnya tak bisa diduga
Menyusup ke setiap raga
Tua muda bisa dia hancurkan
Kini dialah sang penguasa
Semua tunduk dengannya
Dulu tertawa sekarang merana
Perlahan semua mundur
Perlahan semua memohon ampun
Perlahan semua menutup pintu
Physical distancing1 katanya
#dirumahaja semboyannya
Mungkin manusialah penyebabnya
Jauh dari bersih jauh dari peduli
Mungkin juga bentuk peringatan-Nya
Angin tertawa melihat tingkah kita
Fajar hingga senja hanya terdiam
Tiada bersua dengan kawan
Menatap ponsel menjadi kebiasaan
Jari jemari rindu akan sentuhan
Kini hanya satu doa terucap
Pergilah Corona!
Jangan pernah singgah, lagi
1 menjaga jarak antar individu secara fisik, tapi bukan secara sosial.
nb.
- Puisi ini dibuat saat adanya pandemi covid-19
- Mengikuti Lomba Cipta Puisi di Event Hunter Indonesia pada April 2020 dan masuk 100 besar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar